Sebenarnya enggan ku tuliskan ini
karena bagaimanapun ia telah pergi
Meninggalkan sekeping hati yang luka
sayap-sayap yang tak lagi bergerak..
Ini...
Disini...
Kujelang senja di penghujung Juli-ku
tak ada yang berbeda dari kemarin
masih saja sepi
masih saja ada gersang di ujung penglihatanku
airmata yang tertahan
kesedihan yang terpenjara..
Adakah ini akan terdengar
airmata akan mengalir
kesedihan akan terungkap
membasahi setiap relung jiwa-jiwa
Jiwa-sahabat yang mempedulikanku
Jiwa-kekasih yang mengasihiku
Jiwa-jiwa yang masih saja kosong disana..
Hamparan laut yang biru
terik matahari yang masih menyengat
debu-debu yang masih sering menghempas wajahku
Adakah ini masih jadi bahasa Tuhan...
tentang teguran
tentang keagungan kasih sayang
tentang nafas dan pelanggaran hidupku..
31 Juli di sisi jalan yang usang
Untuk sahabat aku masih berharap
Untuk kekasih yang masih aku rindu
Jiwa-jiwa yang memiliki jiwaku
yang masih mendekap jiwaku..
Siapa...
Dimana...
Kapan...
Masih saja ku bertanya dalam ikhtiar
dalam doa dari bibir yang keluh
hingga malam menjemput senjaku.
Aku masih saja bertanya....
Siapa. Dimana. Kapan...
31 Juli itu akan kembali.
Langganan:
Posting Komentar (Atom)


0 komentar:
Posting Komentar